Apa yang
biasanya kita saksikan ketika orang telah menjadi sukses dan berhasil? Kesombongan.
Apa yang biasanya dilakukan oleh orang-orang tatkala telah menjadi kaya raya? Kemewahan
dan ia akan tergoda menunjukkan kepada dunia betapa kayanya ia. Inilah suatu
ciri dan kebiasaan orang kaya yang sering kita lihat.
Tapi, hal yang sama sekali berbeda
ditunjukkan oleh orang-orang terkaya di dunia, seperti Carlos Slim Helu, orang
terkaya di dunia versi majalah Forbes tahun 2010 ataupun Warren Buffet yang masuk dalam kategori nomor ketiga
terkaya di dunia. Mereka tetaplah sederhana. Bahkan, diceritakan bagaimana
Carlos Slim Helo, yang sebenarnya keturunan Libanon dan menetap di Meksiko ini,
tetap tinggal di rumah yang ia tempati sejak 40 tahun yang lalu. Ia pun tetap
bepergian dengan menggunakan mobil Mercerdez tuanya. Ia tidak terlalu suka
dengan urusan-urusan TI atau komputer yang canggih-canggih. Bahkan, ia masih
mencatat segala hal di dalam buku notes-nya. Begitupun Warren Buffet, ia
mengaku tidak terlalu suka tinggal di rumah-rumah mewah dan masih tetap lebih
nyaman tinggal di apartemennya. Wah..?
Bagaimana pendapat Anda ketika mendengar
kisah seperti ini? Sungguh bertolak belakang dengan kebanyakan orang kaya yang
kita kenal, bukan? Atau, boleh pula kita renungkan pada diri kita. Seandainya
kita punya kekayaan sejumlah US$ 53,5 miliar akan seperti apakah gaya hidup kita?
Yang jelas, kebanyakan kita tidak mungkin
bisa hidup secara sederhana. Boleh dikatakan,
inilah salah satuperangkap kesuksesan ataupun kekayaan yang menghantui
banyak orang. Mereka menjadi
pribadi yang angkuh, sombong dan suka pamer!
Kesohor Tapi Tekor
seorang produser film di televisi yang sedang
melakukan casting. Ia bercerita banyak tentang para bintang film dadakan yang
tiba-tiba naik daun. Ia mengatakan betapa banyak yang terperangkap dalam gaya
hidup mewah, hingga akhirnya terpaksa berhutang ke kiri dan kanan hanya untuk
mempertahankan gaya hidupnya.
Tampaknya,
kesuksesan memang mahal. Banyak ongkos untuk meraihnya, tapi lebih mahal lagi
ongkos untuk mempertahankannya. Itulah yang kebanyakan terjadi. Bagi mereka,
kesuksesan justru menghasilkan tuntutan dan gengsi serta keangkuhan hati. Makanya,
tak mengherankan jika banyak orang yang kesuksesannya tidak bertahan lama. Mereka
jatuh lebih terpuruk lagi, justru setelah mereka sukses. Masalahnya satu, mereka mempersiapkan diri untuk
meraih sukses, tetapi lupa mempersiapkan diri setelah meraih sukses itu.
Kisah seperti
ini yang justru diceritakan oleh Bruce Jenner, yang memenangkan medali
Olimpiade di bidang dasa lomba. Begitu silaunya ia dengan suksesnya sehingga
tanpa ia sadari justru itulah sumber kehancuran dirinya. Bahkan, setelah
bergelimangan harta dan wanita, kehidupannya justru ambruk setelahnya. Sangat
mengenaskan!
Menjaga Prinsip Tetap Sederhana
Carlos Slim
Helu dan Warren Buffet mengajarkan satu prinsip yang sederhana kepada kita, kesederhanaan dan kerendahan hati.
Tidaklah mengherankan kalau hasil penelitian James Collins ’Good to Great’
mengatakan bahwa pada pemimpin yang sungguh-sungguh berhasil menurutnya, mereka
bukan saja sangat pandai di bidangnya, tetapi juga memiliki kerendah-hatian yang luar
biasa. Mereka tidak
sombong, angkuh atau gengsi secara berlebih. Hal ini mungkin harus menjadi
pembelajaran buat kita bahwa meskipun telah sukses, jangan berlebihan dan
jangan menyombongkan diri. Untuk itu, sangatlah baik kalau kita selalu sadar
diri dengan mengingat bagaimana dahulu kita berjuang dan meraih sukses
tersebut.
Dalam hal ini
saya teringat kisah seorang pegawai raja yang amat dipercaya. Si pegawai ini,
meskipun telah berhasil dan kaya raya tetapi setiap harinya punya kebiasaan
menarik. Setiap hari, ia akan menggunakan pakaiannya ketika ia masih miskin,
lalu melihat dirinya di cermin dan berkata, ”Ingatlah
dari mana dulu kamu berasal dan selalulah rendah hati dan jangan sombong!” Suatu sikap yang sangat mulia.
Selain ini,
bersiaplah. Ingat, jangan hanya mempersiapkan mental kita menjadi
sukses tetapi siapkan juga mental kita setelah kita mampu meraih sukses
tersebut. Dan, selalulah belajar dari mereka yang kaya dan
sukses ini, bagaimana mereka tetap menjadi rendah hati dan sederhana hidupnya. Jadikanlah
mereka role model ketika kita berhasil nanti. Mari menyongsong sukses kita
sekarang!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar